eKTP sudah sampai di Kab. Bekasi

Seputar Bekasi

Pempek Gaby Rawa Panjang


View Pempek Gaby in a larger map

Pempek dengan aroma tenggiri pekat

Jalan Cut Mutia Nomor 28
Rawa Panjang, Bekasi

Telepon : (021) 82421594

Detailed info:


Menikmati pempek Palembang nan lezat tidak mesti datang ke Palembang, Sumatra Selatan, tempat asal makan ringan ini. Di Jakarta dan sekitarnya, banyak tersedia kedai pempek enak yang layak menjadi pilihan. Rasanya boleh diadu dengan pempek asli Palembang.

Kedai Pempek Gaby di Bekasi ini pun bisa menjadi salah satu contoh. Kedai ini menyajikan pempek dan makanan tradisional Palembang. Lokasi kedai di kawasan Rawa Panjang, berjarak sekitar tiga kilometer dari pintu tol Bekasi Barat.

Dari pintu jalan tol itu, arahkan kendaraan Anda hingga melewati jalan layang atau fly over. Melajulah terus saja sampai bertemu lampu merah. Maju sedikit lagi, tengok sebelah kiri, di situlah letak Pempek Gaby.

Kedai ini cukup tersohor bagi lidah warga Bekasi. Warung ini menyediakan delapan jenis pempek, mulai dari kapal selam, lenjer, adaan, kulit, keriting, tunu, tahu, dan pastel. Namun, primadona kedai ini adalah kapal selam, lenjer dan adaan. Tiga jenis pempek itu hampir pasti ludes duluan.

Desain kedai yang mampu menampung 100 pengunjung ini selayaknya restoran cepat saji. Anda tinggal mengambil baki di sudut tempat memajang hidangan, lalu pilih pempek yang Anda suka. Kemudian, serahkan ke pramusaji di situ untuk disiapkan. Eit..., jangan lupa membayar di kasir sebelum memilih tempat bersantap.

Proses memilih hingga penyajian cuma lima menit. “Sebelumnya pernah dikomplain karena lama,” papar Anggraini, pemilik Pempek Gaby.

Rasa menu Pempek Gaby memang yahud. Kuah pempek yang berwarna cokelat pekat itu berpadu serasi pempek. Dan, begitu masuk mulut, krenyes..., gurih pempek berbaur rasa asam cuka, pedas cabai, plus manis gula berkubang jadi satu di kuah dan sungguh kompak menggoyang lidah.

Aroma ikan tenggirinya sangat kentara, namun tidak amis apalagi anyir. Rasa asam kuahnya tidak begitu menonjol, karena nuansa manis pedas tetap ada sehingga terasa segar.

Oh, ya, kuah pempek disajikan dalam botol di setiap meja. Jadi, Anda bisa mengambil kuah sepuasnya. Tidak lupa, bagi yang suka pedas, sambal hijau Pempek Gaby siap memanaskan rongga mulut Anda.

Selain nikmat di lidah, jajan di Pempek Gaby juga nikmat di kantong. Maklum, harga pempek asli ikan tenggiri ini sangat terjangkau. Paling mahal, pempek kapal selam, hanya Rp 5.500 per buah. Termurah adalah pempek kulit seharga Rp 1.500 per buah. Bandingkan dengan kedai sejenis yang biasanya memasang harga dua kali lipat.

Anggraini mau membeberkan sedikit rahasia racikan pempeknya, yakni tidak menggunakan sembarang ikan tenggiri. Anggraini lebih suka ikan tenggiri ukuran sedang. “Ikan tenggiri berukuran besar banyak minyaknya sehingga adonan tidak sempurna,” kata Anggraini.

Ia mendapatkan tenggiri dari pemasok di Jakarta. Sekitar 40 kg ikan tenggiri ukuran sedang dilebur dengan sagu untuk membuat 1.000 pempek.

Nah, yang khas adalah kuah pempek Pempek Gaby. Kuahnya terbuat dari gula aren yang didatangkan langsung dari Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. Anggraini beralasan, gula aren Lubuk Linggau itu lebih pekat dan rasa manisnya lebih pas bagi kuah pempek. Pernah dicoba memakai gula aren dari Jawa, tapi hasilnya terlalu encer dan rasanya kurang yahud.

Tersedia juga menu khas Palembang lainnya

Dulu, Pempek Gaby ini baru ramai pada jam pulang kantor, mulai jam 17.00 hingga pukul 22.00 WIB. Siang hari, pelanggannya sedikit. Inilah yang membuat Anggraini harus memutar otak untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Kemudian, dia melengkapi kedai pempeknya dengan menu Palembang lainnya, seperti pindang patin, tekwan, dan rujak mi. Anggraini menambah menu ini sejak dua tahun lalu.
Hasilnya, pengunjung kedai di siang hari semakin bertambah dari hari ke hari. Kini, dalam sehari, dia bisa menjual 30 sampai 40 porsi pindang patin. Harganya juga terjangkau, Rp 11.000 per porsi.

Anggraini mendatangkan ikan patin dari Palembang, kota kelahiran suaminya. Perempuan berusia 43 tahun ini pernah membeli ikan patin di pasar swalayan di Bekasi karena tampak lebih segar. Namun, dia kecewa lantaran patin itu berbau tanah.

Maka, Anggraini meminta saudaranya di Palembang yang juga berjualan pempek untuk mengirim patin beku ke Bekasi. Patin van Palembang ini memang lebih enak. Walhasil, sekarang dia juga mendatangkan patin dari Pelembang, di samping gula aren.

Sebagai pelega tenggorokan, Pempek Gaby menyediakan minuman berbagai jenis. Ada es kacang merah, es rumput laut, aneka jus, dan minuman ringan lain. Sayang, Anggraini enggan berbagi soal besar omzet kedainya. “Kalau ini memang rahasia,” katanya.
source

5 comments:

  1. Hari ini Minggu 14 Oktober 2012 saya dan keluarga makan malam di resto pempek gaby rawa panjang bekasi. anggota keluarga yang lain memesan pempek dan saya memesan pindang patin. Pindang patin hanya tersisa satu potong dan saya langsung membayar ke kasir. Saya menunggu cukup lama sampai anggota keluarga yang lain selesai makan pempek, pindang belum juga datang. Ternyata pindang diberikan pada orang yang memesan sesudah saya. Saya protes kenapa orang tersebut yang diberikan terlebih dahulu. Kemudian pelayan berjanji akan membuatkan yang baru namun setelah sampai di meja saya, ikannya ternyata MENTAH. Saya protes dan minta duit dikembalikan. Pelayan sama sekali berlaku TIDAK SOPAN, tidak minta maaf malah sebaliknya, berbicara seolah nantangin. Ini adalah pelayanan yang BURUK. Saya sangat marah dan tidak terima diperlakukan seperti ini. PELAYANAN PEMPEK GABY SANGAT BURUK. Ingat, konsumen adalah RAJA. jadi untuk anda yang terbiasa dengan pelayanan yang baik, jangan sekali-kali datang ke pempek gabykarena hanya akan mendapatkan pelayanan yang buruk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut pengalaman saya, pelayanan Pempek Gaby sangat baik, sangat ramah. Saya langganan pempek Gaby dari yang masih kaki lima distasiun, selama kurang lebih 15 tahun saya tidak pernah dikecewakan oleh pempek Gaby. Namun, terkadang mungkin melakukan kesalahan, toh semua dapat melakukan kesalahan. Kesimpulannya, bagi yang ingin dimanjakan lidahnya oleh makanan khas palembang,langsung saja datang ke pempek Gaby! rasanya ga akan pernah mengecewakan.

      Delete
    2. hahaha konsumen adalah raja, tp BUKAN BEARTI RAJA BISA SEGALA-GALANYA.. MUSTI MEMAHAMI DAN SABAR. MIKIR DULU PAKE OTAK... JANGAN MIKIR OTAK-OTAKNYA AJA.. KL RAJA NGGA BISA MIKIR NGGA USAH JADI RAJA....!!

      Delete
  2. Buka jam berapa ya? setiap har-kh?

    ReplyDelete
  3. Kalo mau franchise bisa ngga ya?

    ReplyDelete